Hijab is My Hair

11.19

First impression atau kesan pertama merupakan hal yang penting ketika seseorang bertemu dengan orang lainnya. Gak bisa dipungkiri lagi ketika seseorang yang sudah biasa bertemu mengalami perubahan secara fisik atau penampilan luar pasti akan menimbulkan berbagai pertanyaan, pandangan, opini dan lain sebagainya. Nah dari hal itu sebagai individu terkadang kita merasa gak nyaman, sulit untuk beradaptasi dan lain sebagainya. Tetapi lewat proses adaptasi yang pada awalnya sulit dilakukan itu individu dapat memahami bahwa perubahan besar atau kecil dalam dirinya dapat memengaruhi sikap individu lain disekitarnya.


Di sini gue gabakal panjang lebar membeberkan teori tentang pengaruh perubahan fisik, gimana pandangan orang dan lain sebagainya deh. Tapi gue bakal cerita perubahan besar dalam diri gue dan akan gue ceritain juga alasan dan dorongan semacam apa yang gue alamin sendiri. Ini tentang pengalaman gue yang emang masih seumur jagung pake hijab, jilbab, kerudung dan apalah itu penyebutannya. Yang jelas sekarang gue gaakan keluar rumah tanpa menggunakan kain penutup rambut itu yang sekrang lebih dikenal dengan sebutan hijab.

Hampir 2 tahun gue mengenakan hijab ini, terhitung sejak awal gue masuk universitas. Pertama kali gue menginjakkan kaki di kampus sebagai mahasiswa baru. Awalnya gue merasa ga yakin untuk mengambil keputusan memakai hijab. Kenapa ? Karena secara tanggungjawab, mental, dan sikap serta perilaku gue masih belum baik menurut gue ya tapi ga menutup kemungkinan kalo ke depannya gue akan terus berusaha menjadi lebih baik. Dan pada akhirnya gue membulatkan tekad untuk menggunakan hijab itu karena gue merasa kasih sayangnya Allah ke gue itu besar banget, cobaan dan rintangan yang gue hadapi selama gue berjuang untuk masuk universitas itu buat gue berat. Kenapa gue bilang berat, karena ga cuma sekedar kecewa sama diri sendiri tapi juga gue ngerasa udah ngecewain banyak pihak, meruntuhkan banyak harapan orang-orang yang sayang sama gue juga. Tapi Allah dengan segala kebaikan-Nya dengan segala kekuasaan-Nya nunjukin ke gue kalo usaha yang gue lakuin selama ini ada hasilnya, ada buahnya meskipun harus dalam penantian yang panjang, air mata penuh harap yang berlinang, pengorbanan materi dan waktu yang ga sedikit juga. Dari situ merupakan titik balik gue berpikir kalo untuk apa gue menunda-nunda sesuatu yang sangat baik dan sangat dianjurkan.

Sebelumnya gue emang punya niat banget buat berhijab, dulu waktu SD pengen banget pake hijab tapi orang tua gue masih ga terlalu ambil pusing mungkin mereka pikir biar gue kenal dunia dulu kaya apa, terus pas SMP udah kenceng banget niat pengen berhijab tapi lagi-lagi gue lebih tergiur sama ekskul-ekskul yang emang gabisa dilakuin dengan hijab ibaratnya bandel-bandelnya gue itu di SMP dan sampe SMA deh. Tapi di akhir-akhir SMA gue lebih banyak dikasih waktu buat merenung dan memikirkan masa depan, mau dimana hidup gue.

Akhirnya fix banget gue pake hijab dengan bantuan Bunda tersayang gue, pinjem kerudung-kerudungnya beliau juga. Karena pada dasarnya juga gue ga bisa pake hijabnya, jadi awal-awal kuliah tiap pagi Bunda yang pakein hijab. Terus kalo ada waktu buffering di youtube tentang tutorial hijab yang modern dan lagi ngehits gitu deh. Saking addictnya pengen bisa pake hijab sendiri sampe minta ajarin sama orang-orang yang gue liat bagus gitu style hijabnya. Tapi Alhamdulillah seiring berjalannya waktu gue udah bisa pake model-model hijab sendiri, ternyata tutorial cuma bikin ribet haha mending eksperimen sendiri aja. Cuma modal kaca sama pentul dan pastinya kain-kain hijabnya.

Nah, kaya yang gue bilang di awal pasti ada pandangan orang-orang dan pertanyaan "kenapa" gitu deh. Tapi pasti sikap orang-orang terdekat atau orang-orang yang udah lama kenal gue atau yang baru kenal juga akan beda. Gue bilang gitu karena gausah jauh-jauh cowo gue yang udah 2 tahun jadi cowo gue aja jadi beda dan butuh adaptasi sama penampila baru gue. Tentunya dia support dan seneng melihat perubahan gue, tapi buat dia itu jadi sebuah tanggung jawab besar karena harus memperlakukan gue lebih baik lagi di depan umum ataupun di depan gue sendiri. Intinya sih saling ngejaga.

Yak. Jadi sekarang bisa dibilang hijab adalah rambut gue, hijab is my hair :). Kerennya kalo hijab itu beneran rambut, tiap saat warnanya berubah-ubah. Terus tanpa hijab malah gue serasa botak ganyaman dan ada perasaan takut buat ketemu orang meskipun muhrim sesama wanita gitu. Ya pokoknya my life getting better than before. Alhamdulillahirabbilalamiin.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram