IELTS British Council

12.16

After for a year I don't write the blog. Here it is. I came back for the good information. I think :).



Ini bermula dari ketidaksegajaan dan "lucky me" dapat tawaran dari kantor untuk ikut serta tes IELTS yang diselenggarakan oleh British Council. This is my very first time of my life untuk ikut tes ini. Terlebih I have no preparation as well for this test. Kenapa ? Karena emang benar-benar semendadak itu disuruh atasan. Tes diselenggarakan hari Sabtu, 6 April 2019, sedangkan saya baru diberitahu sekitar tanggal 30 Maret 2019 dan saat itu saya sedang tugas luar kota untuk beberapa hari. Awalnya sempat ragu mau mengiyakan. Tapi, kapan lagi yakan ditawarin tes cuma-cuma kaya gini. Akhirnya oke deh saya mengiyakan saja, bisa gabisa urusan nanti pikir saya.

FYI, ikut tes IELTS is one of another my bucket list or things to do in 2019. Memang Tuhan itu kalau ngasih jalan ya ga terduga. Meskipun saya gatau nih hasilnya seperti apa ya setelah mengikuti tes tanpa persiapan yang tidak matang ini.

Okay, lets talk about first things to do and so on :

1. We have to register our ID ke British Council  melalui web ini http://indonesia.ielts.britishcouncil.org/iorpsea/html/registration/studentInputAgree.jsp?reservationId=5395&agentCode=88

2. Setelah membuat akun dan mengisi data diri, we will receive email confirmation dari British Council nya dan juga ada biaya yang harus dibayarkan. Untuk tes IELTS yang kemarin saya ikuti biayanya adalah Rp 2.900.000 (mayan banget kan). Tapi alhamdulillah I got this for free.

3. Setelah menyelesaikan pembayaran dan sebagainya, we will receive another email confirmation dan langsung diinfo kita tes kapan dan sebagainya.

4. Saya dapat jadwal tes tanggal 6 April 2019 start jam 08.50 until finish. Untuk tempat tes nya juga ditentukan dari pihak British Council. Saya tes di Belleza Suites Hotel pada saat itu. Pastikan datang on time (1 jam sebelum tes untuk registrasi ulang) dan membawa dokumen asli seperti KTP atau Paspor yang digunakan saat register. Karena mereka tidak mentolerir untuk alasan apapun kalau kita tidak bawa bisa-bisa gagal ikut tes hari itu.

4. IELTS itu ada empat aspek yang di uji. Listening, Reading, Writing and Speaking. Beruntung banget saya bisa tes Speaking di hari yang sama. Karena bisa juga di hari setelahnya.


                                                    *Kartu Ujian Speaking


5. FYI, selama beberapa hari saya berusaha "belajar" setidaknya ada usaha untuk dapat score meskipun gatau nanti hasilnya. Saya belajar dari buku IELTS yang dikeluarkan oleh Cambridge University. Lengkap dengan CD listeningnya juga. Andai saya punya waktu lebih banyak saya rasa akan sangat paham sekali apa saja yang akan di tes.

                                                     *Guide IELTS

Next to, tes nya apa aja sih yang ditanya-tanya ?
Sebelumnya, kita diminta untuk memilih kepentingan/tujuan kita untuk IELTS ini apa? I choose for Academic reason, karena selain itu juga ada General Training. Ini nanti berkaitan dengan soal yang akan dikasih ke kita.

1. Listening : Waktu yang diberikan untuk tes ini 1 jam full soal yang diujikan ada sekitar 40 soal dengan tema yang berbeda-beda tiap soalnya. Pendengaran, pemahaman dan kecepatan nalar harus diasah banget sih disini menurut saya. Because all of the question only hear once.

2. Reading : Waktu yang diberikan untuk sesi ini juga 1 jam full, total jumlah 40 soal. Pemahaman untuk membaca instruksi dan pertanyaan harus benar-benar dipahami karena bacaan dan pertanyaan sama banyaknya dan cukup membuat lapar haha.

3. Writing : Waktu yang diberikan untuk sesi ini juga 1 jam full. Akan ada 2 Task yang harus dilaksanakan. Task 1 describe charts, Task 2 write our opinion sesuai dengan tema yang diberikan. 

4. Speaking : 
Nah, ini bagian paling seru menurut saya. This is my very first time of my life to speak with native. Tapi lumayan jenuh untuk nunggu giliran tes speaking. Selesai LRW itu sekitar pukul 13.15, giliran saya speaking pukul 16.20 yah sabar aja deh nunggunya. 

Saya akan cerita lebih untuk bagian ini. Native yang mewawancarai saya Laki-laki dan ramah banget. Tapi tetap degdegan sih meskipun dia welcome dan warm ketika mempersilakan saya masuk ruang interview. 

Pertama saya diminta memperkenalkan diri dengan hanya menyebutkan nama panjang. Setelah itu The Native asking me for the question antara lain, 
Apakah kamu pernah tinggal untuk waktu yang lama di daerah tertentu ?
Tell me about Jakarta ?
Do you ever sleep ? Like for many hours do you need to sleep ?
Describe who do you want to growing up like ?
How to growing up children on this era ?
Do you like writing ?
Lets talk about social media, the responsibility for the famous person etc
Masih banyak lagi sih pertanyaannya.... yang jelas dia akan memancing kita untuk bercerita tentang apa yang kita rasakan atau seperti apa sih pandangan kita terhadap pertanyaan-pertanyaan yang native ajukan. Ini seru banget karena saya ganyangka aja bisa ngobrol dengan bahasa inggris. I really enjoy that speaking test sampe ga kerasa kalau ternyata udah hampir setengah jam saya di interview.

Overall, yang paling berkesan untuk saya adalah speaking test, karena dari pembicaraan speaking test muncul ide saya untuk kembali menulis blog ini lagi. Pertanyaan paling menyentuh adalah "Kenapa kamu tidak menulis lagi ?" and ya.... I started to write this blog to me, myself and everyone who read it.  

I wish that the result isn't too bad ya, the experience more importance than the score right now. 



Love,


DA

You Might Also Like

0 komentar

Instagram